Tentang Mimpi

Banyak yang mengatakan mimpi itu tak lebih dari bunga tidur, ada pula yang pernah mengalami mimpi yang membawa kabar (firasat), atau sekedar terlalu banyak memikirkan suatu hal. Namun baru – baru ini, saya mengetahui kalau mimpi juga bisa mengajarkan sesuatu kepada kita.

Mimpi saya itu meliputi pertemuan singkat antara saya dengan tiga orang. Dua diantara tiga orang itu (B dan C) sudah tidak pernah ada dalam pikiran saya, maupun hidup saya. Sedangkan yang satunya (A) memang penghuni tetap pikiran saya.

Jadi singkat cerita mimpinya begini, saya datang kepada A, memberi suatu kabar, tetapi dia malah marah sama saya dan mengusir saya. Dengan sedih saya pergi keluar naik sepeda. Di jalan, saya bertemu dengan B. Tanpa berbasa - basi, begitu melihat saya, si B yang kebetulan motornya mogok langsung meminta uang kepada saya untuk membeli bensin. Saya tak memberi, karena saya muak dengan si B. Lalu saya kembali ke tempat A. Tetapi A sudah pergi dan saya memutuskan tuk pulang ke rumah. Tetapi di bawah rumah itu ada kantor. Saya diberi satu project dan diminta untuk membantu satu tim, saat anggota tim itu memasuki ruangan, saya kaget karena saya bertemu dengan si C.

Kalian semua pasti tidak mengerti apa istimewanya mimpi saya kan? Tetapi saya teringat sesuatu karena mimpi saya itu. Semua orang akan datang dan pergi dalam hidup kita. Nah, dari setiap orang yang datang di hidup kita, pasti ada paling tidak satu kesan yang paling bisa teringat jika seseorang kebetulan menyinggung orang tersebut.

Seperti misalnya si C, hal yang paling saya ingat dari si C adalah dia bekerja di sebuah toko di pusat perbelanjaan. Dan itulah kesan yang paling ingat tentang dia. Tidak ada percakapan antara kami di mimpi saya, karena saya memang jarang berbicara dengannya dulu.

 Sedangkan si B, dia cukup sering meminjam uang dari saya. Terakhir saya tau kabar dia adalah saat dia mengeluarkan kalimat – kalimat yang saya rasa tidak pantas kepada saya, karena saya tidak bisa memberikan bantuan kepadanya. Makanya di mimpi saya, tanpa basa – basi dia langsung meminta uang kepada saya dan saya pun tanpa berkata apa – apa langsung balik badan.

Untuk si A, dia agak keras kepada saya beberapa hari sebelum saya bermimpi. Oleh karena itu, hal yang paling saya ingat adalah saya sedih saat dimarahi. Seandainya hari itu saya/dia harus pergi jauh, mungkin kesan terakhir saya adalah kesedihan itu.

Namun lagi – lagi ada yang berbeda antara A dengan B dan C. B dan C tak akan pernah bisa mengubah kesan tentang diri mereka yang sudah ada pada saya, karena saya memilih untuk tidak bersinggungan lagi dengan mereka. Sedangkan A, masih banyak hal yang bisa terjadi yang tentu saja bisa mengubah kesan saya terhadap si A.

Kita harus berhati – hati memberi kesan kepada orang lain yang kita anggap bisa memberikan arti untuk hidup kita. Karena bisa saja, satu langkah salah, bisa membuat kesan yang buruk dan berpengaruh terhadap hidup kita. Apalagi banyak orang yang berpikir bahwa kesan pertama itu sangat menentukan. Jadi, berhati – hatilah pada momen – momen tertentu, terutama, saat bertemu calon mertua! Jadi, waspadalah! Waspadalah!